menu

Sabtu, 03 Desember 2016

BAB II Periode Makkah

Mendeskripsikan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat.

Pada malam 17 Ramadhan 40 tahun dari kelahirannya, bertepatan pada tanggal 6 Agustus 610 M. Pada saat itu Nabi Muhammad bertahanus (bertapa) di Gua Hira datang malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama yaitu surat Al-Alaq. Dengan diterimanya wahyu pertama ini secara resmi Nabi Muhammad SAW menjadi seorang rasul Allah SWT. Untuk menyampaikan ajaran islam kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa risalah yang rahman lil alamin. Pada periode ini Rasulullah SAW sebagai masa awal dari sebuah peradaban islam. Peradaban islam dibangun dengan menjadikan agama islam sebagai dasar pembentukannya.

Bangsa Arab sebelum islam terkenal dengan istilah Arab Jahiliyah, bahwa bangsa Arab masih dalam keadaan bodoh dan terbelakang dimana pada saat itu masyarakat menganut agama majusi yang dan beragama Nasrani. Bersamaan dengan itu Allah mengutus Nabi Muhammad untuk membimbing Akhlak yang baik dan bertauhid untuk kembali kepada jalan yang benar. Hal pertama yang dilakukan Nabi Muhammad adalaah memperbaiki akhlak karena adanya kerusakan akhlak yang terjadi karena suka berjudi, minum-minuman keras dan berfoya-foya. Kedatangan Rasulullah membuat suasana negeri arab yang gelap gulita menjadi terang benderang, hal itu disebabkan karena sikap perbuatan luhur dari pribadi Nabi yang lemah lembut, bijaksana dan merakyat. Rasulullah mendapat sebutan Uswatun Khasanah atau suri tauladan yang baik. Secara perlahan Rasulullah membangun masyarakat dengan menanamkan akhlak yang baik dan keimanan kepada Allah. Akhlak mulia akan membawa manusia selamat dari kehancuran. Akhlak mulia beliau perlihatkan dari segala kehidupan, mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat sehingga beliau menjadi rahmat bagi manusia dan lingkungannya sampai hari kiamat dengan membawa kedamaian, kesejahteraan dan kemajuan umat. Setelah turun ayat yang menyatakan bahwa Muhammad secara terang-terangan segala yang diperintahkan. Nabi menjalankan dakwahnya dengan secara terang-terangan keseluruh lapisan masyarakat, baik golongan bangsawan maupun budak serta negeri-negeri lain, selain itu beliau juga berdakwah kepada orang-orang dating ke Mekkah, maka dengan jalan ini banyak para penduduk yang memeluk agama islam.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar